Tips Merencanakan Keuangan Bisnis yang Mudah | Terbaru 2021

Bagaimana cara merencanakan keuangan bisnis? Simak panduan tipsnya berikut ini.

Pada dasarnya ada dua hal yang sangat diperlukan dalam mengatur keuangan sebuah bisnis, yakni keterampilan dan inovasi. Sayangnya, sampai saat ini masih banyak bisnis yang mendapati kegagalan hanya karena perencanaan keuangan yang tak memadai, atau bahkan dikarenakan pendanaan bisnisnya kurang tepat. Untuk itu, memiliki rencana keuangan bisnis yang komprehensif menjadi suatu keharusan.

Manfaat Merencanakan Keuangan Bisnis

Tak hanya pebisnis skala besar, pengusaha kecil atau pemula pun membutuhkan sebuah perencanaan keuangan bisnis yang baik. Tujuannya, untuk menghindarkan bisnisnya dari berbagai faktorr kerugian yang tidak diinginkan. Ada beberapa tips merencanakan keuangan bisnis yang bisa dicoba, namun sebelumnya simak terlebih dulu manfaat perencanaan keuangan bagi bisnis Anda berikut ini.

Sebagai Tolak Ukur Kemajuan Bisnis

Berbicara mengenai kegunaan atau manfaatnya, perencanaan keuangan untuk bisnis menjadi hal yang sangat penting. Sebab, seperti yang kita tahu bahwa perencanaan keuangan bisnis pastinya didahului dengan berbagai aktivitas analisis dan valuasi, yang kemudian menghasilkan penilaian dan menjadi tolak ukur dari kemajan bisnis itu sendiri.

Hal ini bisa dilihat dari poin – poin tentang apa saja yang jadi isi perencanaan keuangan bisnis, dan sejauh serta sedalam manakah perencanaan keuangan tersebut dibuat.

Jika suatu bisnis memiliki perencanaan keuangan yang komprehensif dan baik, maka Anda bisa lebih mudah mengetahui dan memahami sejauh mana bisnis Anda sudah maju dan berkembang. Tetapi jika bisnis Anda ternyata belum mengalami kemajuan, maka perencanaan keuangan ini juga bisa membantu Anda dalam menentukan langkah selanjutnya yang perlu diambil demi kemajuan bisnis.

Pengalokasian Keuangan Secara Maksimal

Adapun manfaat merencanakan keuangan untuk bisnis online atau offline lainnya adalah untuk mengalokasian keuangan perusahaan dengan baik. Dengan membuat daftar perencanaan keuangan, maka keuangan bisnis Anda akan dialokasikan secara bijak untuk membiayai berbagai kebutuhan yang bermanfaat dalam lini perusahaan atau bisnis.

Tentu saja proses ini tidaklah mudah, sebab masih harus melalui langkah yang panjang dan kemudian diakhiri dengan kesepakatan bersama antar sesama pihak yang memiliki kewenangan dalam bisnis tersebut.

Dengan begitu anggaran dari keuangan bisnis Anda akan masuk untuk kepentingan yang tepat dan pastinya juga memiliki manfaat bagi kemajuan bisnis. Disamping itu, perencanaan keuangan bisnis yang seperti ini juga akan membantu mengontrol setiap pos – pos anggaran yang tidak terlalu penting, atau yang sifatnya bisa ditunda. Sehingga kestabilan keuangan bisnis Anda pun akan tetap terjaga dengan sangat baik.

Dapat Meningkatkan Produktivitas

Selain itu, perencanaan keuangan untuk sebuah bisnis juga memiliki manfaat lain, yakni untuk meningkatkan produktivitas. Caranya, dengan merencanakan pembiayaan secara khusus untuk lini produktivitas yang belum terjamah. Hal ini biasanya didahului dengan cara melakukan rapat hingga akhirnya mencapai kesepakatan bersama dari setiap pihak yang memiliki kewenangan.

Dengan adanya kemajuan produktivitas perusahaan, artinya di waktu yang akan datang perencanaan ini pastinya akan menuai kesuksesan untuk memajukan perusahaan atau bisnis Anda ke posisi yang lebih unggul dari sebelumnya. Secara tak langsung, Anda bisa membangun masa depan bisnis yang lebih cerah.

Tips Merencanakan Keuangan Bisnis yang Mudah

Menghitung Biaya Setup

Pada dasarnya ada cara mudah merencanakan keuangan untuk bisnis yang bisa dicoba, pertama menghitung biaya setip atau setup cost. Singkatnya, pengertian setup post adalah biaya untuk menyiapkan mesin atau pun proses produksi untuk kemudian dibuat suatu pesanan dan beberapa biaya yang dibutuhkan untuk melakukan penyesuaian ketika barang atau bahan diproses.

Tips merencanakan keuangan bisnis bisa dimulai dengan cara membandingkan antara jumlah biaya setup dan jumlah modal investasi, khususnya untuk jenis startup.

Selain itu, Anda juga perlu menentukan seberapa banyaknya uang yang nanti akan dialokasikan sebagai modal bisnis, atau berapa besarnya Anda perlu meminjam modal bisnis untuk memulai bisnis tersebut. Biasanya biaya setup awal akan mencakup biaya administrasi dan pemasaran di awal berbisnis, juga biaya pendaftaran, lisensi dan legal lainnya.

Tidak hanya itu, biaya tersebut juga mencakup biaya peralatan, kebutuhan aset dan modal awal atau working capital.

Memproyeksikan Untung – Rugi Dalam Bisnis

Pentingkah membuat proyeksi untuk merencanakan keuangan bisni? Jawabannya, penting sekali.

Perlu Anda tahu, bahwa membuat proyeksi atau jumlah ramalan penjualan, serta beban operasi dalam bisnis penting untuk dilakukan. Namun, disarankan agar Anda membuat proyeksi untuk 12 bulan atau 1 tahun ke depan sejak pertama bisnis Anda beroperasi.

Cara membuat proyeksi untuk bisnis adalah dengan membandingkan antara potensi pendapatan penjualan atau omzet dan harga pokok penjualan atau cost of goods sold, plus biaya tetap operasional atau fixed cost. Selain itu, Anda juga perlu menetapkan perkiraan harga penjualan secara jelas. Tujuannya, agar Anda bisa dengan mudah menghitung potensi untung (laba).

Memperkirakan Arus Kas atau Cash Flow

Misalnya untuk jenis bisnis baru biasanya yang lebih sering butuh uang tunai yang akan dialokasikan untuk membangun kapasitas yang dibutuhkan untuk melayani pelanggan. Apabila sebuah bisnis memiliki perkiraan arus kas pendanaan yang baik, maka hal tersebut dapat menghindarkan bisnis Anda dari kekurangan pendanaan di awal berbisnis.

Aktivitas pendanaan ini sendiri meliputi berbagai kegiatan atau aktivitas untuk mendapatkan kas dari para investor atau kreditor. Kegiatan pendanaan tersebut mencakup pengeluaran saham, pinjaman obligasi, pinjaman uang dengan mengeluarkan wesel bayar, penjualan saham perbendaharaan dan pembayaran pemegang saham, contohnya dividen dan pembelian saham perbendaharaan.

Memperkirakan Neraca Saldo

Dalam mengelola keuangan bisnis memang ada banyak hal yang harus diperhatikan, salah satunya adalah perkiraan neraca saldo. Untuk membuat perkiraan neraca saldo dalam sebuah bisnis bisa dilakukan setelah bisnis tersebut beroperasi selama 12 bulan atau 1 tahun. Namun yang demikian juga berdasarkan pada perkiraan penjualan dan perkiraan biaya operasi.

Khususnya untuk perkiraan neraca saldo sendiri terdiri dari :

  • Aset
  • Saldo pinjaman
  • Saldo modal

Menganalisa Titik Impas atau Breakeven Point

Tips mudah kelola keuangan bisnis adalah menganalisa titik impas. Pada saat Anda menjalankan bisnis pastinya akan mengeluarkan biaya untuk produksi. Nah, dengan menganalisis titik impas artinya Anda bisa dengan mudahnya mengetahui waku dan tingkat harga penjualan yang dilakukan.

Tidak hanya itu, Anda juga bisa tahu apakah bisnis Anda mampu menetapkan penjualan dengan harga bersaing tanpa harus melupakan laba yang diinginkan dan tidak membuat rugi. Pada dasarnya titik impas dalam perencanaan keuangan bisnis dibedakan berdasarkan jenis bisnis itu sendiri.

Misalnya untuk jenis bisnis jasa menetapkan patokan berdasarkan jumlah rata – rata jam kerja per minggunya. Asumsi yang digunakan adalah biaya operasi yang memakan 60 – 70% dari keseluruhan pendapatan.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang tips merencanakan keuangan bisnis yang mudah. Semoga informasi di atas bermanfaat dan menginspirasi Anda semua.