Cara Investasi Reksadana Biar Cuan Terus | Terbaru 2021

Pada dasarnya banyak jenis investasi yang bisa Anda jalankan, reksadana adalah salah satu jenis investasi yang mudah dijalankan dan memerlukan modal kecil. Tak ayal, hal tersebut membuatnya menjadi jenis investasi yang paling banyak dipilih oleh para pemula. Namun sebenarnya apa sih reksadana itu?

Sederhananya, pengertian reksadana adalah tempat bagi para investor untuk mengumpulkan dana. Menariknya, untuk memulai investasi reksanda pun juga tidak butuh analisa pasar yang rumit. Tertarik untuk investasi reksadana? Berikut cara investasi reksadana yang bisa Anda jadikan referensi. Dijamin, cuan terus!

Pengertian Investasi Reksadana

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, reksadana merupakan jenis investasi yang mudah dan tidak memerlukan modal sangat besar. Reksadana bahkan bisa dilakukan secara individu maupun institusi, juga terdapat manajer investasi yang akan selalu siap membantu Anda.

Berbicara mengenai cara kerja reksadana sendiri, jenis investasi tersebut nanti akan dipecah kebeberapa instrumen atau perusahaan lewat verifikasi investasi sehingga keamanannya pun lebih terjamin. Tidak heran jika reksadana juga termasuk jenis investasi minim kerugian dan cocok dijalankan oleh para pemula yang sama sekali awam di dunia investasi.

Selain itu, reksadana juga mudah diakses dan memiliki saluran cukup luas. Dengan akses yang luas, maka Anda sebagai investor pastinya dapat mempelajari dan menggali informasi terkait alur investasi dengan sangat mudah. Tidak hanya itu, Anda juga bisa mengetahui secara pasti kondisi kesehatan perusahaan beserta kelebihan dan keuntungan alurnya. Namun sebelum mulai investasi, sebaiknya kenali terlebih dulu jenis reksadana berikut ini.

Reksadana Pendapatan Tetap

Ini adalah jenis reksadana, dimana uang yang diinvestasikan nanti akan ditempatkan kee obligasi sebesar 80%. Returnnya memang jauh lebih besar dibanding jenis reksadana lainnya, bahkan biasanya mencapai 10% per tahunnya.

Reksadana Pasar Uang

Ini adalah jenis reksadana yang kesemua uangnya diinvestasikan pada deposit, SBI dan obligasi. Jangka waktu jatuh tempo untuk jenis reksadana tersebut kurang dari 1 tahun. Dibanding jenis reksadana di atas, reksadana pasar uang terbilang lebih aman, namun potensi untungnya sangat sedikit.

Reksadana Terproteksi

Ini adalah jenis reksadana yang hampir sama dengan reksadana pendapatan tetap, dimana uang yang diinvestasikan akan ditempatkan dalam instrumen obligasi yang akan memberi perlindungan atas nilai investasinya ketika jatuh tempo. Menariknya, reksadana terproteksi ternyata memiliki tingkat perlindungan hingga 100% dengan syarat Anda harus mencairkan dana sesuai jangka waktu yang sudah disepakati.

Reksadana Saham

Ini adalah jenis reksadana yang akan menempatkan uang investasinya pada saham sebesar 80%. Oleh karenanya, potensi keuntungan yang bisa didapatkan akan lebih besar dibanding jenis reksadana lainnya. Namun, resiko invesasi reksadana saham tersebut juga terlebih lebih besar.

Reksadana Campuran

Ini adalah jenis reksadana yang meletakkan uang investasinya ke instrumen campuran, contohnya obligasi, deposito dan saham. Return dari jenis reksadana tersebut jauh lebih besar dari reksadana pendapatan tetap, tetapi juga memiliki resiko yang tinggi.

Cara Investasi Reksadana Biar Cuan Terus

Memilih Platform Investasi yang Tepat

Cara investasi reksadana biar cuan terus yang pertama adalah memilih platform investasi online yang tepat, yakni yang menjual beragam produk reksadana yang banyak manajer investasinya. Beberapa contoh platform investasi reksadana yang layak dipilih antara lain Baareksa.com, Bukalapak, Tokopedia dan Ipotfund (PT Indo Premier Securities).

Menentukan Jangka Waktu Investasi

Tidak jauh berbeda dengan jenis investasi lainnya, reksadana juga membutuhkan jangka waktu yang berbeda – beda. Ada reksadana yang kurang dari 1 tahun, 1 – 3 tahun bahkan ada pula yang lebih dari 5 tahun.

Khususnya untuk jangka waktu kurang dari 1 tahun ini sebaiknya para investasi memilih jenis reksadana pasar uang. Sementara itu untuk jangka waktu investasi 1 -3 tahun sendiri pilihan tepatnya adalah reksadana pendapatan tetap. Lalu, jangka waktu 3 – 5 tahun sebaiknya menggunakan reksadana campuran dan yang terakhir adalah jenis investasi reksadana jangka panjang, yakni lebih dari 5 tahunan  dan Anda disarankan untuk menggunakan reksadana saham.

Melakukan Transaksi Pada Hari Bursa

Caranya memang tidak jauh berbeda dengan cara membuka rekening di bank – bank. Dimana pada saat Anda mendaftar nanti akan diminta untuk mengisi sebuah formulir dengan tanda tangan asli. Tidak hanya itu, Anda juga perlu menyiapkan dan mengumpulkan persyaratan fotokopi dokumen yang telah dicantumkan. Jangan lupa pula untuk menyiapkan dana investasinya.

Beberapa persyaratan dokumen yang harus dimiliki untuk memulai investasi reksadana diantaranya KTP dan NPWP untuk orang pribadi. Sementara itu untuk institusi sendiri harus mencantumkan angaran dasar perubahan dan beberapa persyaratan lainnya.

Tentu saja semua dokumen tersebut menjadi hal yang wajib dipersiapkan sejak awal dan diwajibkan pula oleh OJK sebagai bagian dari prinsip know your customer. Jika semua dokumen yang dibutuhkan untuk investasi sudah disiapkan, kini saatnya untuk menyerahkan dokumen tersebut kepada manajer investasi, baik secara langsung atau pun lewat agen penjualan.

Sebagai investor Anda juga akan diminta untuk menyetorkan dana rekening penampungan sesuai produk reksadana yang dibeli.

Transaksi Diproses Berdasarkan NAB (Nilai Aktiva Bersih)

Apa itu NAB? Ini adalah nilai yang nanti akan digunakan untuk menggambarkan total kekayaan reksadana di setiap harinya. Selain harga pasar dari aset reksadana itu sendiri, NAB ternyata juga dipengaruhi oleh kekuatan permintaan dan penawaran oleh para investor.

Sementara itu harga reksadana akan dipublish di media surat kabar atau via online, dan biasanya untuk 1 harinya akan dipublish 1 kali.

Perhatikan Batas Waktu Penerimaan Transaksi Setiap Harinya

Khususnya untuk jenis investasi reksadana batasan waktu yang telah ditentukan untuk penerimaan transaksi di setiap harinya adalah pada pukul 12.00 – 13.00 WIB. Apabila Anda membeli reksadana dilakukan sebelum batas waktu tersebut maka Anda akan mendapatkan harga NAB di tanggal transaksi.

Namun jika Anda membeli reksadana setelah batas waktu yang telah ditentukan maka harga NAB akan mengikuti hari bursa selanjutnya dari tanggal pembelian reksadana.

Mendapatkan Surat Konfirmasi Transaksi Pembelian Reksadana

Setelah transaksi sudah dilakukan, Anda nanti akan mendapatkan surat konfirmasi transaksi pembelian reksadana. Surat konfirmasi ini biasanya diterbitkan oleh bank kustodian.

Tidak hanya itu, Anda juga akan menerima laporan perkembangan dana investasi di setiap bulannya. Laporan tersebut disarankan untuk disimpan dengan baik sebagai tanda bukti atas kepemilikan reksadana. Tapi, jika Anda tidak menerima surat konfirmasi maka Anda harus memintanya kepada pihak bank penjual atau manajer investasi yang dipilih.

Mulai Investasi Reksadana dari Sekarang!

Seiring dengan kemajuan teknologi semua informasi bisa didapatkan dengan sangat mudah dan praktis. Bahkan saat ini ada banyak sekali manajer investasi reksadana dan bank – bank penjual reksadana yang menyediakan informasi mengenai produk dan layanan reksadana.

Namun apapun jenis investasi yang dipilih kuncinya adalah konsisten. Ya, di sini Anda harus tetap konsisten dan disiplin dalam melakukan investasi. Tujuannya, agar nanti hasil investasi reksadana yang didapatkan bisa terlihat. Sebagai pemula sebaiknya Anda mulai investasi dari modal kecil dan membiasakan diri untuk tetap konsisteen, misalnya setiap hari.

Demikian informasi yang bisa kami bagikan tentang cara investasi reksadana biar cuan terus. Semoga bermanfaat.