Bagaimana Cara Memilih Asuransi Penyakit Kritis?

Asuransi Penyakit Kritis

Asuransi penyakit kritis untuk masa sekarang banyak sekali pilihannya, namun kita musti selektif memilih. Kenapa? Karena kita tidak ingin kecewa setelah memilih asuransi tersebut. Sering kali kita sebagai konsumen tidak teliti dalam memilih asuransi yang baik bagi kita, di mana kita menderita penyakit yang serius atau kritis.

Nah, hal tersebut bisa tersolusikan dengan mengetahui bagaimana cara memilih asuransi yang ada. Yuk, kita lanjut baca artikel ini supaya kita tahu tentang hal tersebut.

Cara memilih asuransi penyakit kritis

Berikut di bawah ini adalah cara memilih asuransi yang ditujukan untuk orang yang menderita penyakit serius atau kritis (langkah-langkahnya). Bacalah dengan hati-hati supaya kalian bisa bijak dalam melakukannya.

  1. Lihat asal negara perusahaan asuransi tersebut
    Dengan melihat asal negara perusahaan asuransi yang akan kita pilih, kita jadi tahu negara asalnya. Lalu, kita cek di internet mengenai tingkat kesehatan negara tersebut dibandingkan dengan negara lain.

    Pastikan bahwa negara asal asuransi memiliki tingkat kesehatan yang baik atau cukup baik dengan cara melihat urutan tingkat kesehatan negara tersebut di dunia, dan survei-survei mengenai kesehatan negara tersebut dibandingkan negara lain di dunia. Mengapa demikian? Karena negara asal perusahaan asuransi mencerminkan perusahaan asuransinya.

    Contohnya, ada perusahaan asuransi bernama Allianz. Setelah kita cari di internet, perusahaan asuransi tersebut ternyata berasal dari negara Jerman. Kemudian, kita cek di internet, lalu kita temukan di salah satu artikel internet (https://www.marksdailyapple.com/the-worlds-healthiest-countries/) bahwa negara Jerman berada di urutan kesembilan sebagai negara tersehat di dunia.

    Dari artikel tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa negara Jerman merupakan negara yang baik sekali dari segi kesehatan dan Allianz pantas menjadi asuransi yang akan kita pilih. Sampai di langkah ini, jangan memutuskan dahulu bahwa kalian memilih perusahaan asuransi yang sudah dicek sesuai dengan langkah pertama ini, melainkan lanjutkan lagi ke langkah selanjutnya, yaitu langkah kedua sampai kelima.

  2. Baca sejarah pendirian perusahaan asuransinya
    Dengan membaca sejarah pendirian perusahaan asuransinya, kita jadi tahu sejak kapan perusahaan asuransinya berdiri, dan awalnya fokus di jenis asuransi yang mana. Misalnya, kita ambil contoh Allianz sebagai perusahaan asuransi yang akan kita pilih.

    Setelah kita cek, ternyata awalnya Allianz fokus di asuransi kecelakaan dan transportasi. Kemudian, dia melebarkan sayapnya sehingga terdapat jenis asuransi untuk penyakit kritis. Jadi, sampai di langkah ini Allianz bertahan menjadi asuransi yang akan kita pilih. Lanjutkan ke langkah yang ketiga sampai kelima.

  3. Lihat ragam atau jenis asuransi yang disediakan
    Dengan melihat jenis asuransi yang disediakan, maka kita bisa tahu apakah asuransi tersebut merupakan jawaban bagi kita yang menderita penyakit kritis. Misalnya, kita ambil contoh perusahaan asuransi Allianz Indonesia.

    Di perusahaan tersebut, menyediakan asuransi untuk penyakit kritis (49 penyakit kritis, yaitu Serangan Jantung, Stroke, Operasi Jantung Koroner, Operasi Penggantian Katup Jantung, Kanker, Gagal Ginjal, dll), jadi bolehlah kita masih lanjut memilih Allianz Indonesia setelah langkah nomor satu sampai tiga dilakukan.

  4. Baca dengan teliti bagian jenis asuransi untuk penyakit kritisnya (jenis penyakit kritis apa saja yang ter-cover)
    Setelah kita ketahui bahwa perusahaan asuransi yang akan kita pilih menyediakan asuransi untuk penyakit kritis, maka kita baca dengan teliti mengenai nama penyakit kritis apa saja yang di-cover oleh perusahaan asuransi tersebut. Jangan sampai terjadi bahwa nama penyakit kritis yang kita derita tidak ter-cover, itu sama saja percuma walaupun kita sudah membayar biaya asuransinya per bulan.

    Contohnya, kita menderita penyakit kritis Gagal Ginjal, lalu sampai di langkah ini kita masih akan memilih Allianz Indonesia. Maka, kita cek di situs resminya (https://www.allianz.co.id) dan bertanya langsung ke agennya apakah penyakit Gagal Ginjal di-cover oleh Allianz Indonesia atau tidak.

    Ternyata, penyakit kritis yang bernama Gagal Ginjal ter-cover oleh Allianz Indonesia yang jenis penyakit kritis (https://www.allianz.co.id/produk/asuransi-kesehatan-individu/list-penyakit-kritis-ci-plus-dan-ci-accelerated.pdf). Sampai di langkah ini, ternyata kita masih bisa menjadikan Allianz Life sebagai asuransi yang akan kita pilih. Silahkan lanjutkan ke langkah yang kelima.

  5. Lihat berapa biaya yang harus dibayarkan per bulan (apakah sesuai, jangan sampai terlalu mahal atau murah, jadi harganya harus pas)
    Langkah terakhir adalah kita harus tahu berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk jenis asuransi tersebut, yaitu untuk penyakit kritis. Pastikan biayanya sesuai atau pas karena jika terlalu mahal atau terlalu murah maka tidak baik untuk kita.

    Misalnya, sampai di langkah ini kita masih akan memilih asuransi Allianz Indonesia, dan kita menderita sakit Gagal Ginjal. Jadi, kita cek berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk jenis asuransi tersebut. Jika biayanya dirasa pas oleh kita, maka kita ambil Allianz Indonesia (Allianz Life) sebagai asuransi kita.

Asuransi

Daftar perusahaan asuransi kesehatan atau jiwa

Sebelum memilih asuransi kesehatan atau jiwa, kita musti tahu apakah perusahaan asuransi tersebut terdaftar di OJK atau tidak. Karena pada zaman sekarang ini kita musti berhati-hati dalam mengeluarkan uang untuk membayar asuransi.

Berikut adalah beberapa perusahaan asuransi jiwa atau kesehatan yang terdaftar izinnya di OJK (tidak semua saya tulis di sini, melainkan saya ambil yang menurut saya terbaik):

  • PT Asuransi Jiwasraya (Persero), dengan nomor izin usaha: KEP-098/KM.11/1986
  • PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha, dengan nomor izin usaha: KEP-001/KM.13/1987
  • PT Asuransi Allianz Life Indonesia, dengan nomor izin usaha: KEP513/KMK.017/1996
  • Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912, dengan nomor izin usaha: KEP-070/KM.13/1988
  • PT Axa Life Indonesia, dengan nomor izin usaha: KEP-05/KMK.017/1997
  • PT BNI Life Insurance, dengan nomor izin usaha: KEP305/KMK.017/1997
  • PT MNC Life Assurance, dengan nomor izin usaha: KEP647/KMK.017/1996
  • PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia, dengan nomor izin usaha: KEP-597/KM.10/2012
  • PT Asuransi Jiwa Taspen, dengan nomor izin usaha: KEP-30/D.05/2014

Kesimpulan

Jadi, sekarang kalian sudah tahu bagaimana cara memilih asuransi penyakit kritis. Terdapat lima langkah terurut yang bisa kalian lakukan (baca kembali jika perlu lima langkah di atas). Dimulai dari mencari tahu asal perusahaan asuransinya, membaca sejarah pendirian perusahaan asuransinya, melihat jenis-jenis asuransi yang disediakan, mencari tahu dengan teliti di bagian asuransi yang jenisnya untuk penyakit kritis secara jelas, dan terakhir mencari tahu biaya yang harus dikeluarkan untuk asuransi tersebut.

Kelima langkah itu memang sederhana, namun itu semua sangat penting. Jangan terlewatkan satu atau lebih langkahnya supaya kita tidak kecewa nantinya. Jika kita langsung saja memilih asuransi tanpa melakukan kelima langkah tersebut, maka itu merupakan tindakan yang sangat beresiko sekali.

Diumpamakan seperti kita mengambil kucing di dalam karung, tentunya kita mungkin kecewa dengan kucing yang kita ambil karena kita tidak pernah melihat atau mengecek kucing tersebut sebelum diambil. Jadilah orang yang teliti dan bijak dalam memilih asuransi kesehatan atau jiwa mulai sekarang, dan sampai jumpa.